Trading Recap Invespora

IHSG rebound 13,5% dari BOTTOM!

Apa kabar portofolio kamu?

Pasca menyentuh titik terendahnya pada 8 April 2025 di level 5,882 – IHSG berhasil rebound dengan cukup cepat dan bahkan naik +13,5% hanya dalam waktu sekitar 2 minggu perdagangan aktif. 

Saat ini, posisi IHSG telah kembali ke level 6,678 yang artinya penurunan ketika trading halt pada 18 Maret (-7,8%) dan pada 8 April (-9,2%) telah resmi ‘lunas’. 

Di sisi lain, penguatan beberapa saham khususnya saham mid to small tentu saja mampu melampaui penguatan IHSG. Hal ini dikarenakan saham tersebut memiliki sensitivitas (beta) yang cenderung rendah. 

Artinya, volatilitas harga sahamnya bisa jauh berbeda dengan IHSG. Naik lebih kuat ataupun turun lebih dalam. And here’s what we call as an OPPORTUNITY!! 

Berikut ini adalah hasil rekapitulasi pilihan saham trading Invespora sepanjang 5 Maret – 25 April 2025 : 

  Periode Trading : 5 Maret 2025 – 24 April 2025
Stock Calls : 25x
Total Win = 13xAverage Return/Transaction = 8,33%
Total Loss = 7xAverage Loss/Transaction = -4,83%
4 saham dalam posisi floating profit dan 1 saham masih floating loss
Win Rate = 65%
Risk to Reward Ratio = 1 : 1,9x

Satu kesimpulan dari hasil trading ini adalah : We don’t need to be 100% rite to make money.. 

Hal ini terlihat dari jumlah win yang ‘hanya’ sebanyak 13x atau setara dengan 65% dan mencetak rata-rata return sebesar 8,33%. Sebaliknya, jumlah loss memang sebanyak 7x namun selalu dibatasi dan hanya sebesar rata-rata -4,83%. 

Perbandingan inilah yang membuat risk to reward mencapai 1x : 2x dan merupakan kondisi ideal dalam tiap trading set up. 

Berikut ini adalah rincian dari 20 saham trading yang telah closed dan 5 saham lainnya yang masih floating profit and loss. Jika diperhatikan sekilas, mungkin kita hanya terfokus pada dominasi warnah hijau dibandingkan merah yang menunjukkan bahwa lebih banyak transaksi untung. 

Namun ada beberapa hal menarik lainnya yang bisa jadi panduan trading kamu berikutnya lho! 

  1. Tiap pilihan saham selalu dilengkapi dengan batasan level cut loss dan target price. So, biasakan diri untuk selalu disiplin dalam membuat trading plan. 
  1. Ada saham yang dibeli pada tanggal 18 Maret dan 8 April yang bertepatan dengan hari terjadinya trading halt ke-1 dan ke-2 di IHSG. So, trading halt bukan jadi alasan untuk kabur dari pasar ya!
  1. Selisih antara tanggal entry dan exit  adalah 4 hari yang sejalan dengan  plan Invespora team untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek. So, kalau ada rencana trading yang tidak berjalan sesuai analisis jangan ragu untuk cut loss dan malah jadi investor abadi ya 🙂 
  1. Saham big caps juga bisa kasih cuan (dan malah cuan lebar) selama memang dibeli di level support, misalnya UNTR, SMRA dan BBTN dengan profit sebesar 6% hingga 13%. So, utamakan strategi buy on weakness di kondisi saat ini ya! 
  1. Nggak perlu baper ataupun nyesel kalau saham yang kita lepas malah lari kencang. Misalnya saja ANTM yang kini sudah berada >2.000.. Masih ada ratusan saham lainnya dan masih ada waktu re-entry kapanpun. 
  2. Nggak ada yang salah dengan profit taking. Misalnya saja ada saham ERAA dan SMRA yang bisa membawa keuntungan 10% – 11% dengan 2x profit taking. So, biasakan untuk partial TP (bukan Taking Picture ya 😂) jika memang udah sejalan dengan plan kamu!

Exclusive Membership

Rp. 1.800.000

Hanya dengan

Rp2.300.000/year

*Only for the first 100 members